Bisnis.com, JAKARTA – Penerimaan pajak dari karyawan dan orang kaya akan dioptimalkan untuk mengejar penerimaan pajak yang sampai Juli 2019 hanya tumbuh pada angka 2,9%.

Menilik realisasi penerimaan pajak sampai Juli 2019, realisasi penerimaan pajak PPh karyawan sebesar Rp91,56 triliun atau berkontribusi ke perimaan pajak sebesar 13%.

Sementara itu, PPh orang kaya realisasinya tercatat paling rendah dibandingkan dengan sektor pajak lainnya yakni hanya Rp8,5 triliun atau kontribusnya hanya 1,2% dari total keseluruhan pajak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam pemaparan realisasi APBN sampai Juli 2019 menyinggung rencana untuk meningkatkan penerimaan dari dua jenis pajak tersebut. Harapannya dengan semakin jumlah pembayar pajak dari dua jenis pajak ini, kinerja penerimaan pajak akan makin stabil.

“Ini menjadi tantangan, untuk PPh 21 kemudian orang pribadi bisa lebih tinggi,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Dalam catatan Bisnis.com, meski dianggap dari aspek penerimaan dianggap belum optimal. Namun dari aspek kepatuhan, dua jenis penerimaan pajak tersebut memiliki catatan yang berbeda.

PPh 21 atau penerimaan pajak dari karyawan, kontribusinya ke penerimaan pajak lebih tinggi dibandingkan dengan PPh orang pribadi orang kaya. Hal ini juga tampak dari aspek kepatuhan formalnya atau pelaporan surat pemberitahuan (SPT).

Data Ditjen Pajak menunjukkan, sampai Juli 2019 realisasi kepatuhan WP karyawan mencapai 10,17 juta SPT atau rasio kepatuhannya mencapai 73,65%. Sementara itu untuk PPh OP orang kaya hanya sebanyak 1,3 juta atau masih di bawah 50% tepatnya 42,75%.

 

Artikel ini diambil dari  https://ekonomi.bisnis.com/read/20190827/259/1141583/pemerintah-optimalkan-penerimaan-pajak-karyawan-dan-orang-kaya