KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja hasil investasi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan turun seiring kondisi pasar juga tertekan.

Sampai April 2019, BPJS Ketenagakerjaan mengantongi hasil investasi sebesar Rp 9,24 triliun. Merujuk data Kontan.co.id, jumlah tersebut menurun 13,6% dibandingkan April tahun lalu sebesar Rp 10,7 triliun.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan penurunan hasil investasi tersebut karena dipengaruhi kondisi pasar tertekan sehingga mempengaruhi kinerja investasi badan sosial eks Jamsostek ini.

“Penurunan ini terpapar karena kondisi makro. Jadi portofolio investasi terpapar kondisi pasar, terutama di saham,” kata Agus di Jakarta, Senin (27/5).

Sedangkan dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan meningkat 17% menjadi Rp 386,5 triliun. Dana kelolaan tersebut masih didominasi surat utang sebesar 60%. Menyusul saham 19%, deposito 10%, reksadana 10% dan investasi langsung 1%. Sementara yield of invesment (YoI) mencapai 7,37%.

Pengelolaan dana tersebut tidak langsung berdampak pada perekonomian nasional. Karena masih ada 82% dana kelolaan ditempatkan pada instrumen investasi yang berhubungan dengan pemerintah seperti Surat berharga negara 51%, Saham BUMN 10%, obligasi BUMN 9%, deposito dan pada BUMN dan BUMD 9% dan reksadana BUMN 3%.

 

Artikel ini diambil dari https://keuangan.kontan.co.id/news/hasil-investasi-bpjs-ketenagakerjaan-turun-per-april-ini-penyebabnya