KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa bankir mengaku berusaha meningkatkan pendapatan non bunga pada tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan margin yang terjadi.

Mahelan Prabantarikso, Direktur Bank Tabungan Negara (BTN) memproyeksi pendapatan non bunga atau fee based income pada tahun ini bisa naik 20% secara tahunan atau year on year (yoy). “Peningkatan fee based incomediharapkan diperoleh dari bisnis trading treasury, pendapatan administrasi, pendapatan layanan dan lainnya,” kata Mahelan kepada Kontan.co.id, Selasa (27/2).

Menurutnya, pada tahun ini BTN akan fokus pada produk layanan jasa perbankan, bank garansi, transfer dan bancassurance.

Lani Darmawan, Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga memproyeksi fee based income dari retail banking bisa naik 10% secara yoy. “Diharapkan semua segmen bisnis mengalami kenaikan fee based income,” kata Lani kepada Kontan.co.id, Selasa (27/2).

Bisnis lain seperti treasury, korporasi, UMKM dan ritel juga diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan fee tahun ini. Untuk bisnis ritel menurut Lani, yang akan menjadi sumbangan fee adalah dari pinjaman, simpanan, bancassurancedan produk wealth management.

Jan Hendra Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA) bilang, pendapatan komisi diperkirakan tahun ini tetap akan bertumbuh. “Namun kenaikannya belum terlalu besar,” kata Jan kepada Kontan.co.id.

 

Artikel ini diambil dari http://keuangan.kontan.co.id/news/antisipasi-margin-turun-bank-genjot-pendapatan-non-bunga