Bisnis.com, JAKARTA — Peserta program pengungkapan sukarela atau PPS melaporkan harta yang berada di luar negeri senilai Rp2 triliun dalam 74 hari pelaksanaan program tersebut.

Berdasarkan data di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), hingga Selasa (15/3/2022) atau selama 74 hari pelaksanaan PPS, terdapat 23.031 wajib pajak yang mengikuti program tersebut. Dari mereka, Ditjen Pajak memperoleh 25.970 surat keterangan.

Total nilai aset yang diungkapkan peserta sejauh ini mencapai Rp30,7 triliun. Dari jumlah tersebut, diketahui bahwa 6,5 persen di antaranya merupakan aset yang berada di luar negeri.

“Harta deklarasi luar negeri [per 15 Maret 2022 pukul 08.00 WIB] Rp2 triliun,” tertulis di situs Ditjen Pajak, dikutip pada Selasa (15/3/2022) pagi. Adapun, 87,4 persen harta atau Rp26,8 triliun merupakan deklarasi dalam negeri dan repatriasi.

Wajib pajak berkesempatan memperoleh tarif khusus jika mengungkapkan hartanya dalam PPS—skema yang sama dengan tax amnesty jilid I. Terdapat pula harta yang diinvestasikan mencapai Rp1,8 triliun atau 6,1 persen dari total harta.

Peserta PPS memiliki pilihan untuk menempatkan investasinya di SBN atau secara langsung ke perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi sumber daya alam atau energi baru dan terbarukan (EBT).

Adapun, pemerintah telah memperoleh pajak penghasilan (PPh) Rp3,19 triliun dari penyelenggaraan PPS sejauh ini. Jumlah tersebut mencakup 10,38 persen dari total nilai harta bersih.

Artikel ini diambil dari: https://ekonomi.bisnis.com/read/20220315/259/1510725/laporan-74-hari-tax-amnesty-jilid-ii-harta-terungkap-di-luar-negeri-capai-rp2-triliun.