KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Portofolio deposito masih menjadi favorit peserta dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) untuk menempatkan dana. Hal ini bisa dilihat dari data Otoritas Jasa Keungan (OJK) terakhir pada November 2018.

Pada November 2018 lalu, tercatat deposito menyumbang hampir 59% dari total portofolio investasi DPLK. Sisanya 17% dari saham dan sisanya adalah dari sukuk korporasi 12,7%.

Nur Hasan Kurniawan Wakil Ketua Umum dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) mengatakan dalam lima tahun terakhir, deposito menjadi instrumen favorit nasabah untuk penempatan dananya.

“Diproyeksi pada tahun ini porsi deposito di dana kelolaan DPLK masih cukup dominan,” kata Nur Hasan kepada kontan.co.id, Kamis (24/1). Apalagi pada tahun ini ada tren kenaikan bunga acuan yang bisa meningkatkan imbal hasil deposito.

Asosiasi mencatat sampai November 2018, delapan dari 27 perusahaan DPLK mencatat pertumbuhan dana kelolaan dua digit. Di saat yang sama delapan perusahaan DPLK juga mencatat penurunan dana kelolaan.

Secara industri, dana kelolaan DPLK masih naik 7,53% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 82,6 triliun. Nur Hasan mengatakan perusahaan DPLK yang berhasil mencatat pertumbuhan dana kelolaan dua digit adalah yang berhasil menerapkan strategi lebih aktif melakukan literasi dana pensiun ke peserta.

Hal ini dilakukan baik kepada peserta dari sisi korporasi maupun pekerjanya. Pada tahun ini strategi tersebut diperkirakan masih efektif, karena masih banyak dari korporasi dan pekerja belum sepenuhnya sadar mengenai pentingnya dana pensiun.

Pada 2019 diperkirakan pertumbuhan dana kelolaan DPLK bisa mengalami kenaikan 10%-15% secara tahunan.

 

Artikel ini diambil dari https://keuangan.kontan.co.id/news/deposito-masih-menjadi-tempat-favorit-peserta-dplk-menyimpan-dana