KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) senilai US$ 3,85 miliar akan melibatkan kredit sindikasi 11 bank lokal dan asing. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) merupakan salah satu bank yang akan ikut dalam pembiayaan ini.

Menurut Direktur Utama BRI Suprajarto, BRI dan bank BUMN lain akan ikut berkontribusi membantu pemerintah dalam program akuisisi Freeport oleh Inalum. Adapun skema yang akan digunakan adalah dari total dana yang dibutuhkan akan dibagi kepada kurang lebih 10 bank. Kredit yang diberikan akan dalam bentuk dollar AS dengan rincian nominal dan suku bunga yang masih dibicarakan.

“Kontribusi BRI akan sesuai dengan kapasitas dan fokus bisnis BRI sehingga dipastikan kondisi likuiditas, komposisi kredit UMKM, dan yield akan tetap sesuai dengan target yang telah ditentukan,” ujar Suprajarto kepada Kontan.co.id, Jumat (13/7).

Terkait potensi resiko, Suprajarto mengaku, kredit ini memiliki risiko relatif kecil lantaran Inalum merupakan salah satu BUMN. Selain itu, peruntukan dana yang jelas turut memperkecil resiko yang ada.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan ikut membiayai kredit sindikasi ini bila dlibatkan. “Sampai saat ini belum masuk ke saya. Tapi selama feasible dan bankable why not. Secara garis besar Freeport telah beroperasi 50 tahun, mestinya ya risikonya sudah terukur” kata Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI kepada Kontan.co.id.

Terkait kondisi likuiditas bank mengingat nilai kredit sindikasi yang besar, Herry belum mau berkomentar. Sebab, sampai saat ini proposal pembiayaan pembelian saham Freeport ini belum diterima.

 

Artikel ini diambil dari http://keuangan.kontan.co.id/news/bri-akan-ikut-biayai-pembelian-saham-freeport-indonesia